Prosesi ini disebut juga Mandi Sedudo atau Prana Prathista. Prosesi ini dilaksanakanan oleh Pemerintah yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk pada setiap Bulan Suro. Prosesi yang sangat sacral ini telah berlangsung berlangsung sejak jaman Majapahit. Penentuan tanggal Upacara ditentukan oleh sesepuh setempat. Siraman ini diawali dengan tarian budaya yang dibawakan oleh 6 penari yang masih perawan, berambut panjang dan dalam keadaan suci.